Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts

Saturday, October 16, 2021

5 Tahapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik

5 Tahapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik

October 16, 2021
Langkah-langkah tersebut dapat disertakan dengan mencipta. Tahapan pendekatan saintifik tidak mesti dilakukan secara urut, akan tetapi mampu dilaksanakan sesuai dengan pengetahuan yang mau dipelajari. 

Berikut ini penjabaran 5 tahapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik :

1. Mengamati

Merupakan acara mengidentifikasi suatu objek melalui penginderaan, ialah lewat indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pencecap dan peraba pada saat mengamati sebuah objek memakai ataupun tidak menggunakan alat bantu sehingga siswa dapat mengidentifikasi sebuah persoalan.

2. Menanya

Merupakan acara mengungkapkan suatu hal yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan sebuah objek, peristiwa, sebuah proses tertentu. Pertanyaan dapat diajukan secara ekspresi maupun goresan pena dan dapat berbentukkalimat pertanyaan atau kalimat hipotesis sehingga siswa mampu merumuskan problem dan hipotesis.

3. Mengumpulkan data

Merupakan acara mencari gosip sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan ini mampu dijalankan dengan membaca buku, pengamatan lapangan, uji coba, wawancara, membuatkan kuesioner, dan lain-lain, sehingga siswa mampu menguji hipotesis yang sudah dibentuk sebelumnya.

4. Mengasosiasi

Merupakan mengolah data dalam serangkaian kegiatan fisik dan fikiran dengan tunjangan peralatan tertentu. Pengolahan data mampu dijalankan dengan klasifikasi, mengurutkan, menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih berarti. Bentuk pembuatan data contohnya tabel, grafik, skema, peta desain, menjumlah, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan korelasi antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik sebuah final.

5. Mengkomunikasikan

Merupakan acara siswa dalam mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan memperhatikan, menanya, menghimpun dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara ekspresi maupun tulisan dalam bentuk diagram, skema, gambar, dan sejenisnya dengan pertolongan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi isu dan komunikasi. 

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Friday, October 15, 2021

Bagaimana Menerapkan Pendekatan Saintifik Pada Proses Pembelajaran

October 15, 2021
Bagaimana Menerapkan Pendekatan Saintifik Pada Proses Pembelajaran Bagaimana Menerapkan Pendekatan Saintifik Pada Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Dalam mendesain perencanaan pembelajaran (RPP) tentunya memiliki tahapan atau langkah-langkah yang terdapat dalam komponen RPP pada aktivitas pembelajaran mencakup tiga kegiatan pokok, ialah aktivitas pendahuluan, kegiatan inti, dan acara penutup. Kegiatan pendahuluan bermaksud untuk membuat suasana permulaan pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Sebagai pola dikala mengawali pembelajaran, guru menyapa anak dengan nada antusiasdan besar hati (mengucapkan salam), mengecek kehadiran para siswa dan menanyakan absensi siswa kalau ada yang tidak hadir. Dalam sistem saintifik tujuan utama aktivitas pendahuluan adalah memantapkan pemahaman siswa terhadap konsep-rancangan yang telah dikuasai yang berhubungan dengan materi pelajaran gres yang mau dipelajari oleh siswa.

Dalam acara ini guru harus mengupayakan semoga siswa yang belum paham sebuah rancangan dapat memahami desain tersebut, sedangkan siswa yang mengalami kesalahan desain, kesalahan tersebut dapat dihilangkan. Pada acara pendahuluan, direkomendasikan guru memberikan fenomena atau insiden “gila” atau “ganjil” (discrepant event) yang dapat menggugah timbulnya pertanyaan pada diri siswa.

Kegiatan inti ialah kegiatan utama dalam proses pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajar (learning experience) siswa. Kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu. Kegiatan inti dalam metode saintifik ditujukan untuk terkonstruksinya konsep, hukum atau prinsip oleh siswa dengan sumbangan dari guru melalaui langkah-langkah acara yang diberikan di tampang.

Kegiatan penutup ditujukan untuk dua hal pokok. Pertama, validasi terhadap konsep, hukum atau prinsip yang sudah dikonstruksi oleh siswa. Kedua, pengayaan materi pelajaran yang dikuasai siswa.

Lantas Bagaimana Menerapkan Pendekatan Saintifik Pada Proses Pembelajaran ?

Berikut akan diterangkan bagaimana menerapkan pendekatan saintifik pada tahapan atau tindakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) diantaranya Kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Kegiatan Penutup :

Kegiatan Pendahuluan :
  1. Mengucapkan salam
  2. Guru mengingatkan kembali perihal desain-desain yang telah dipelajari oleh siswa yang bekerjasama dengan materi baru yang mau dibelajarkan. Sebagai contoh dalam mapel IPA, guru menanyakan konsep perihal larutan dan komponennya sebelum pembelajaran materi asam-basa. Untuk IPS, contohnya memakai apersepsi ihwal peristiwa banjir yang kerap terjadi. Di mana, kapan, dan mengapa bisa terjadi, siapa yang sering menjadi korban, apa yang dijalankan oleh penduduk korban banjir dikala menghadapi bencana tersebut.
  3. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti :

1. Mengamati:

Dalam mapel IPA, guru meminta siswa untuk memperhatikan sebuah fenomena. Sebagai teladan dalam mapel IPA guru meminta siswa untuk mengamati sifat larutan yang diperoleh dari ekstrak buah belimbing atau tomat. Fenomena yang diberikan dapat juga dalam bentuk video. Dalam mapel IPS contohnya yakni fenomena yang diamati adalah gambar-gambar (foto-foto, slide) tentang hutan yang gundul, hujan deras, orang mencampakkan sampah sembarangan, sungai meluap, banjir besar. slide, atau video klip seputar bencana banjir di suatu tempat.

2. Menanya:

Dalam mapel IPA, siswa bertanya perihal sebuah fenomena. Sebagai acuan siswa mempertanyakan “Mengapa larutan ekstrak buah belimbing atau tomat memiliki rasa manis dan asin”. Sebagai acuan di mapel IPS yakni “Apakah alasannya dan akibat banjir bisa terjadi di ruang dan waktu yang serupa atau berbeda?

3. Menalar untuk mengajukan hipotesis:

Sebagai contoh, dalam mapel IPA siswa mengajukan pendapat bahwa rasa manis dan masam pada larutan ekstrak buah belimbing atau tomat disebabkan oleh adanya zat yang memiliki rasa cantik dan zat yang memiliki rasa asam. Pendapat siswa ini merupakan sebuah hipotesis. Contoh hipotesis dalam mapel IPS yaitu Banjir (akhir) dan penggundulan hutan (alasannya) mampu: a) Terjadi di kawasan yang sama b) Terjadi di tempat berlawanan.

4. Mengumpulkan data:

Dalam mapel IPA, siswa mengumpulkan data atau guru memperlihatkan data wacana bagian-unsur yang terdapat dalam larutan ekstrak buah belimbing atau buah tomat.

5. Menganalisis data:

Siswa mengecek data yang diberikan oleh guru. Analisis data dalam IPS, misalnya siswa diajak untuk membaca buku siswa halaman 2-6 wacana rancangan ruang, waktu, konektivitas, dan interaksi sosial. Konsep-desain ini dihubungkan dengan informasi atau data awal, pertanyaan dan hipotesis, serta data yang terkumpul.

6. Menarik kesimpulan

Dalam mapel IPA, siswa menarik kesimpulan berdasar hasil analisis yang mereka kerjakan. Sebagai contoh siswa menyimpulkan bahwa rasa elok pada larutan ekstrak buah belimbing atau buah tomat disebabkan oleh adanya gula, sedangkan rasa masam disebabkan oleh adanya asam. Contoh bentuk kesimpulan yang ditarik dalam IPS misalnya hujan di Bogor menimbulkan banjir di Jakarta memperlihatkan adanya keterkaitan antarruang dan waktu.

7. Mengomunikasikan:

Pada langkah ini, siswa mampu memberikan hasil kerjanya secara lisan maupun tertulis, contohnya melalui presentasi kelompok, diskusi, dan tanya jawab.

Kegiatan Penutup:
  1. Dalam mapel IPA, contohnya guru meminta siswa untuk mengungkapkan desain, prinsip atau teori yang telah dikonstruksi oleh siswa. Dalam mapel IPS, misalnya siswa diminta untuk menjelaskan contoh keterkaitan antarruang dan waktu, misalnya korelasi antar desa dan kota.
  2. Dalam mapel IPA maupun mapel lain, guru mampu meminta siswa untuk memajukan pemahamannya ihwal konsep, prinsip atau teori yang telah dipelajari dari buku-buku pelajaran yang berhubungan atau sumber info lainnya. Contoh dalam mapel IPA di atas juga dapat digunakan dalam mapel IPS.
  3. Dalam mapel IPA, mapel IPS, dan mapel lain, guru dapat memberikan beberapa situs di internet yang berkaitan dengan rancangan, prinsip atau teori yang telah dipelajari oleh siswa, kemudian guru meminta siswa untuk mengakses situs-situs tersebut.
Langkah-langkah diatas pada aktivitas pembelajaran yaitu pola penerapan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Untuk Anda bisa mengakibatkan rujukan dalam menyusun planning pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa menyebarkan. Terima kasih

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Wednesday, October 6, 2021

Update : Contoh Laporan Pembelajaran Daring Dan Luring

October 06, 2021

Update Contoh Laporan Kegiatan Pembelajaran Daring dan Luring Update : Contoh Laporan Pembelajaran Daring dan Luring

BlogPendidikan.net
 - Dalam proses pembelajaran daring yang dilakukan guru, yang menuntut kreatifitas guru dalam proses pembelajaran daring. Siswa selaku sarana daerah penerima pesan dari guru pastinya juga harus konsisten juga dalam proses pembelajaran.

Karena guru juga dituntut dengan menawarkan laporan acara hasil mencar ilmu daring terhadap pimpinannya, maka harus ada koordinasi yang bagus antara guru dan siswa dalam pembelajaran daring.

Salah satu kewajiban guru selama melakukan peran dinas di rumah/tempat tinggal ialah menyusun Laporan Pembelajaran Jarak Jauh. Pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang dijalankan guru ini untuk memberikan terusan pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu kepada akseptor didik selama diberlakukannya abad darurat Covid-19.

Penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh ini sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud ihwal Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).

Pembelajaran jarak jauh tersebut mampu dilaksanakan secara daring (dalam jaringan), sehingga penerima didik mampu mengakses bahan dan sumber pembelajaran tanpa batasan waktu dan kawasan. 

Kegiatan pembelajaran secara daring ini akan mendukung proses pembelajaran jarak jauh dan membuat lebih mudah dalam penyebaran bahan terhadap peserta asuh. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan meliputi acara penyampaian bahan, penugasan, dan penilaian.

Pengertian Pembelajaran Daring

Pemanfaat teknologi dan komunikasi di indonesia kian marak dipakai dalam pembelajaran di sekolah terlebihnya dimasa pandemi Covid-19 mengingat banyaknya aktifitas pembelajaran yang berbasis daring yang memakai jaringan internet selaku alat bantu dalam aktivitas pembelajaran antara guru dengan siswa.

Pembelajaran daring pada dasarnya ialah pembelajaran yang dijalankan secara virtual lewat aplikasi yang tersedia namun pembelajaran daring mesti tetap harus mengamati kompetensi yang akan diajarkan. 

Untuk artikel berikut BlogPendidikan.net akan membagikan teladan format laporan kegiatan pembelajaran daring. acuan ini adalah sebagai bahan referensi Anda dalam menciptakan laporan pembelajaran daring. Contoh laporan pembelajaran daring yaitu teladan yang telah jadi. Adapun isi didalamnya bisa Anda udah sesuai keperluan Anda.

Berikut Update Contoh Format Laporan Pembelajaran Daring : 1. UNDUH 2. UNDUH 3. UNDUH

Update Contoh Format Laporan Pembelajaran Luring : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Pola Format Catatan Harian Guru Dalam Proses Pembelajaran

October 06, 2021

Contoh Format Catatan Harian Guru Dalam Proses Pembelajaran Contoh Format Catatan Harian Guru Dalam Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
 - Dalam menunjukkan pembelajaran terhadap siswa, diharuskan dan wajib memiliki buku catatan acara harian, bukan hanya selaku pelengkap administrasi dan perangkat pembelajaran melainkan selaku arah dalam proses pembelajaran yang dituangkan ke dalam catatan kegiatan harian guru untuk mengenali keadaan proses pembelajaran dikala itu.

Format Catatan Harian Guru selalu identik dengan Jurnal agenda guru mengajar dan jurnal acara harian guru semua termasuk ke dalam buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melakukan fungsi dan tugasnya selaku seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah.

Format Catatan Harian Guru ini berfungsi untuk mengenali hingga sejauh mana proses pembelajaran yang dijalankan setiap hari dan di tuangkan kedalam catatan harian guru, tergolong bahan, kehadiran, dan hambatan-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal untuk siswa, guru, orang renta dan pihak sekolah.

Berikut ini BlogPendidikan.net akan mengembangkan perihal Contoh Format Catatan Harian Guru Dalam Proses Pembelajaran yang bisa Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Contoh Format Catatan Harian Guru Dalam Proses Pembelajaran 1 : UNDUH
Contoh Format Catatan Harian Guru Dalam Proses Pembelajaran 2 : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, October 2, 2021

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

October 02, 2021
RPP Daring Sekolah Dasar (SD) Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring Sekolah Dasar (Sekolah Dasar) Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP yang dibagikan bisa berguna buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap paras terbatas alasannya adalah Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa menyebarkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 6 Kurikulum 2013

October 02, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 6 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai aneka macam cara semoga pembelajaran tetap berlangsung mirip menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berlangsung tanpa hambatan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring bergotong-royong siswa lebih menggemari sebab pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dikerjakan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor latih dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada periode pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar alasannya waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang hanya mempergunakan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya memakai bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam individual atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengetahui sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang disarankan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membahas wacana bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membicarakan wacana rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi wajar . Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Friday, October 1, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 5 Kurikulum 2013

October 01, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 5 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di abad pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai berbagai cara supaya pembelajaran tetap berjalan mirip memakai pembelajaran daring apalagi dahulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa kendala guru mesti memandu pembelajaran apalagi dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menggemari alasannya pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor ajar dibiarkan saja libur panjang sampai menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada era pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalkan sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang cuma memanfaatkan modul berguru dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan hanya memakai bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran pribadi ialah cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran eksklusif ini dikembangkan secara khusuus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa utamanya dalam hal memahami sesuatu (wawasan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang disarankan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan perihal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang dipakai dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang hendak dipakai pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan wajar . Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 4 Kurikulum 2013

October 01, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di periode pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan aneka macam cara supaya pembelajaran tetap berjalan seperti memakai pembelajaran daring terlebih dulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa kendala guru mesti memandu pembelajaran terlebih dulu, dalam pembelajaran daring bahwasanya siswa lebih menyukai alasannya adalah pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil peserta asuh dibiarkan saja libur panjang sampai menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada kala pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan mirip terbatasnya waktu pembelajar sebab waktu pembelajaran di minimalkan sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yakni pembelajaran yang cuma mempergunakan modul berguru dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan cuma menggunakan bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang hendak diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran pribadi ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengerti sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan wawasan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan perihal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan tentang desain proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 3 Kurikulum 2013

October 01, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di kurun pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai berbagai cara biar pembelajaran tetap berlangsung seperti memakai pembelajaran daring terlebih dahulu dengan memakai media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berlangsung tanpa gangguan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring sesungguhnya siswa lebih menggemari karena pembelajaran lebih menarik, menciptakan siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dijalankan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin penerima bimbing dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada periode pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang ialah bentuk kependekan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang cuma memanfaatkan modul mencar ilmu dan alat peraga serta media berguru yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan hanya memakai bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran eksklusif merupakan cara mengenalkan siswa kepada bahan pelajaran yang mau diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat wawasan siswa dalam individual atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa utamanya dalam hal mengerti sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang dianjurkan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membahas perihal desain proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan normal. Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 2 Kurikulum 2013

October 01, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di abad pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai aneka macam cara agar pembelajaran tetap berlangsung seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dulu dengan menggunakan media sosial mirip aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan tanpa hambatan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring bekerjsama siswa lebih menggemari sebab pembelajaran lebih mempesona, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilaksanakan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin penerima didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada kurun pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan mirip terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang ialah bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring ialah pembelajaran yang hanya mempergunakan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan cuma memakai bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran eksklusif merupakan cara mengenalkan siswa terhadap bahan pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat wawasan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran pribadi ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengetahui sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang direkomendasikan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlalu banyak membicarakan tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan wacana rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Thursday, September 30, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1 Kurikulum 2013

September 30, 2021
 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Dalam pembelajaran di kala pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai banyak sekali cara agar pembelajaran tetap berjalan mirip menggunakan pembelajaran daring apalagi dulu dengan memakai media sosial mirip aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa gangguan guru mesti memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring sebetulnya siswa lebih menggemari alasannya adalah pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dijalankan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor ajar dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang. 

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet. 

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan materi-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran pribadi ialah cara mengenalkan siswa kepada bahan pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat wawasan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal mengetahui sesuatu (wawasan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan wawasan deklaratif yang diusulkan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlampau banyak membahas ihwal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan ihwal rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau dipakai pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan normal. Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Wednesday, September 29, 2021

19 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Dikenali

September 29, 2021
 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Diketahui 19 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Diketahui

BlogPendidikan.net
- Guru yaitu pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan menganalisa peserta bimbing.

guru merupakan jabatan ataau profesi yang memerlukan keterampilan khusus. Pekerjaan ini tidak bisa dijalankan oleh orang yang tidak mempunyai keahlian untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan sebagai guru.

Orang yang berakal mengatakan dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut selaku guru. Untuk menjadi guru diharapkan syarat-syarat khusus, apalagi selaku guru profesioanal yang mesti menguasai seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan aneka macam ilmu pengetahuan lainnya

Berikut Peran guru dalam pembelajaran menurut para ahli (Mulyasa) sebagai berikut:

1. Guru selaku pendidik

Guru ialah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan kenali bagi peserta bimbing dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru mesti memiliki standar mutu pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, berdikari dan disiplin.

2. Guru selaku pengajar

Perkembangan teknologi mengubah tugas guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan bahan pembelajaran menjadi fasilitator yang bertugas menunjukkan kemudahan berguru bagi siswanya.

3. Guru sebagai pembimbing

Guru mampu diumpamakan sebagai pembimbing perjalanan (journey), yang menurut wawasan dan pengalaman bertanggungjawab atas kelencarana perjalanan itu. Dalam hal ini, perumpamaan perjalanan tidak cuma menyangkut fisik namun juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, adab dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing, guru mesti merumuskan tujuan secara terang, menetapkan waktu perjalanan, memutuskan jalan yang harus ditempuh, memakai isyarat  perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan keperluan dan kesanggupan akseptor asuh.

4. Guru selaku instruktur

Proses pendidikan dan training memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak selaku pelatih. Tanpa
training penerima ajar tidak akan mampu menawarkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan andal dalam banyak sekali kemampuan yang dikembangkan sesuai dengan materi persyaratan. Oleh sebab itu, guru harus berperan sebagai pelatih yang bertugas melatih akseptor bimbing dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing.

5. Guru selaku penasehat

Guru yaitu seorang penasehat terbaik bagi akseptor ajar, bahkan bagi orang renta, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus selaku penasehat dan walaupun dalam beberapa hal tidak dapat untuk menasehati orang.

6. Guru selaku pembaharu (inovator)

Guru menerjemahkan pengalaman yang lalu ke dalam kehidupan yang memiliki arti bagi peserta latih. Karena penerima asuh yang mencar ilmu sekarang secara psikologis berada jauh dari pengalaman insan yang mesti dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Tugas guru ialah mengetahui bagaimana kenyataan tersebut dan bagaimana menjembatani secara efektif, maka untuk itu penemuan diharapkan

7. Guru sebagai versi dan contoh

Guru ialah versi atau acuan bagi akseptor asuh dan semua orang yang menilai ia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran itu tidak mudah untuk ditentang apalagi ditolak. Sebagai teladan, pastinya eksklusif dan apa yang dikerjakan guru akan mendapat perhatian penerima didik serta orang sekelilingnya.

8. Guru selaku eksklusif

Guru dituntut mempunyai kepribadian yang mencerminkan selaku seorang pendidik sejati. Tuntutan akan kepribadian sebagai pendidik adakala dinikmati lebih berat dibandingkan profesi yang lain. Untuk itu kestabilan emosi amat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan di sekolah maupun di penduduk .

9. Guru sebagai peneliti

Ilmu wawasan akan terus berkembang yang diperoleh lewat acara observasi. Oleh sebab itu guru yaitu seorang pencari ilmu atau peneliti yang selalu berupaya mencari ilmu wawasan lewat kegiatan observasi.

10. Guru sebagai pendorong kreativitas

Kreativitas merupakan hal penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan memberikan proses kreativitas tersebut. Kreativitas ditandai adanya aktivitas menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilaksanakan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk membuat sesuatu. Peran ini akan menyebabkan guru untuk senantiasa berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik dalam melayani penerima latih sehingga peserta latih akan menilainya bahwa guru memang inovatif dan tidak melakukan sesuatu aktivitas yang bersifat rutin saja.

11. Guru selaku pembangkit persepsi

Guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada akseptor didiknya Mengemban tugas ini maka guru harus terampil dalam
berkomunikasi dengan peserta bimbing di segala umur, sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolanya dijalankan untuk menunjang peran ini.

12. Guru sebagai pekerja rutin

Guru bekerja dengan ketrampilan, dan kebiasaan tertentu serta kegiatan rutin yang dilaksanakan hari demi hari. Jika aktivitas tersebut tidak dilaksanakan dengan baik dan keikhlasan maka akan menjadi beban yang memberatkan.

13. Guru sebagai pemindah kemah

Guru ialah seorang pemindah kemah, yang suka memindah-mindahkan dan menolong peserta ajar meninggalkan hal usang menuju sesuatu yang gres yang mampu mereka alami. Guru dan penerima asuh bekerjasama mempelajari cara baru
dan meninggalkan kepribadian yang telah membantunya meraih tujuan dan mengubahnya sesuai dengan permintaan kurun kini. Proses ini menjadi suatu transaksi edukatif bagi guru dan peserta ajar dalam pembelajaran di kelas.

14. Guru selaku pembawa kisah

Cerita yang terdiri dari pesan tersirat dan pelajaran sungguh berguna bagi penerima latih, oleh sebab itu guru dituntut memiliki kesanggupan untuk bercerita. Sebagai pembawa kisah yang baik maka guru harus memahami bagaimana memakai suaranya, mampu memvariasikan irama dan volume suara, menentukan waktu pelompatan dongeng, mengolah ilham yang diharapkan, serta memakai kata-kata yang tepat dan terperinci.

15. Guru sebagai bintang film

Sebagai pemain drama guru melakukan apa yang ada dalam naskah yang sudah disusun dengan mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada akseptor asuh. Untuk itu guru harus berbagi wawasan yang telah dikumpulkan serta membuatkan kesanggupan untuk mengkomunikasikan wawasan itu. Dengan kata lain guru mempelajari dan melakukan semua hal yang berafiliasi dengan tugasnya, sehingga dapat melakukan pekerjaan  secara efektif.

16. Guru sebagai emansipator

Guru berperan selaku emansipator bagi peserta didiknya dikala akseptor asuh telah menganggap dirinya sebagai pribadi yang tak berharga, merasa dicampakkan atau senantiasa diuji dengan aneka macam kesusahan sehingga hampir frustasi, 
dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri. Ketika penerima ajar hampir putus asa, diperlukan ketelatenan, keuletan dan seni memotivasi supaya muncul kembali kesadaran, dan berdiri kembali prospeknya.

17. Guru selaku evaluator

Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, sebab penilaian ialah proses menetapkan kualitas hasil belajar atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh penerima latih. Untuk itu maka guru harus memiliki pengetahuan dan kemampuan melaksanakan evaluasi dengan memakai prinsip-prinsip dan teknik evaluasi yang tepat.

18. Guru selaku pengawet

Salah satu tugas pendidikan yaitu mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi selanjutnya. Untuk melaksanakan peran sebagai pengawet kepada apa yang sudah dicapai insan terdahulu, maka guru berupaya mengawetkan wawasan yang telah dimiliki dalam pribadinya dalam arti guru mesti berusaha menguasai bahan kriteria yang mau disuguhkan terhadap penerima bimbing.

19. Guru selaku kulminator

Guru yakni orang yang mengarahkan proses belajar secara sedikit demi sedikit dari awal sampai selesai (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melalui tahap kulminasi, sebuah tahap yang memungkinkan setiap akseptor asuh mampu mengenali pertumbuhan belajarnya. Melalui rancangannya, guru membuatkan tujuan yang mau diraih dan akan dimunculkan dalam tahap kulminasi. 

Guru membuatkan rasa tanggung jawab, menyebarkan kemampuan fisik dan kemampuan intelektual yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta asuh lewat kurikulum.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, September 27, 2021

Lembar Kerja Siswa (Lks) Berguru Dari Rumah Dan Pjj Kelas 1 - 6 Sd

Lembar Kerja Siswa (Lks) Berguru Dari Rumah Dan Pjj Kelas 1 - 6 Sd

September 27, 2021

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Demikian ihwal Lembar Kerja Siswa (Lomba Kompetensi Siswa) Belajar Dari Rumah Kelas 1 - 6 Sekolah Dasar atau pembelajaran yang dilakukan jarak jauh (PJJ), biar bermanfaat dan terima kasih. Jangan lupa tuk mengembangkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Sunday, September 26, 2021

Pola Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (Pjj)

Pola Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (Pjj)

September 26, 2021

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring Sekolah Dasar/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, September 25, 2021

Teladan Angket Penilaian Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Dan Aktifitas Guru

Teladan Angket Penilaian Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Dan Aktifitas Guru

September 25, 2021

Contoh Lembar Monitoring dan Pengamatan Orang Tua Selama BDR : UNDUH

Contoh Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) : UNDUH

Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 Sekolah Dasar : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Friday, September 24, 2021

7 Teknik Bertanya Dengan Pertanyaan Pelacak Yang Dilakukan Guru Kepada Siswa

September 24, 2021
 Teknik Bertanya Dengan Pertanyaan Pelacak Yang Dilakukan Guru Terhadap Siswa 7 Teknik Bertanya Dengan Pertanyaan Pelacak Yang Dilakukan Guru Terhadap Siswa

BlogPendidikan.net
- Dalam kegiatan pembelajaran seorang guru mesti menguasai keterampilan mengajukan pertanyaan dasar. Bahwa yang dimaksud dengan keahlian mengajukan pertanyaan dasar yakni pertanyaan pertama atau pembuka untuk mendapatkan informasi atau gosip dari siswa. Untuk menindaklanjuti pertanyaan pertama diikuti oleh pertanyaan selanjutnya atau disebut dengan pertanyaan lanjut.

Dengan demikian, pertanyaan lanjut yaitu kelanjutan dari pertanyaan pertama (dasar) ialah mengorek atau mengungkapkan kesanggupan berfikir yang lebih dalam dan komperehensif dari pihak yang diberi pertanyaan (siswa). 

Keberhasilan mengembangkan kesanggupan berfikir yang dijalankan lewat bertanya lanjut banyak dipengaruhi oleh hasil pembelajaran yang dikembangkan melalui penggunaan pertanyaan dasar.

Kemampuan mengajukan pertanyaan lanjut selaku kelanjutan dari mengajukan pertanyaan dasar lebih memprioritaskan usaha menyebarkan kesanggupan berfikir, memperbesar partisipasi dan mendorong lawan bicara biar lebih aktif dan kritis mengembangkan kesanggupan berfikirnya.

Sementara untuk teknik pertanyaan guru terhadap siswa harus benar-benar berkonsentrasi pada bahan yang diajarkan atau materi yang di presentasikan dikala diskusi golongan. Pertanyaan guru tersebut untuk melacak kebenaran dan keabsahan balasan dari siswa, salah satunya dengan memberikan pola dari balasan yang disampaikan oleh siswa

Berikut 7 teknik bertanya dengan pertanyaan pelacak yang mampu digunakan oleh seorang guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran ialah :

1. Klarifikasi

Jika ada salah satu siswa menjawab pertanyaan guru dengan kalimat yang kurang tepat, maka guru menunjukkan pertanyaan pelacak yang meminta siswa untuk menjelaskan atau dengan kata-kata lain sehingga jawaban siswa menjadi lebih baik atau memerintahkan siswa untuk mengulang jawabannya dengan kata yang lebih lugas.

Contoh: Dapatkah kau menerangkan sekali lagi apa yang kamu maksud?

2. Meminta Siswa Memberikan Alasan

Guru dapat meminta siswa untuk memperlihatkan bukti yang menunjang kebenaran suatu pandangan yang diberikan dalam menjawab pertanyaan. 

Contoh: Mengapa kamu menyampaikan demikian?

3. Meminta Kesepakatan Pandangan

Guru menawarkan peluang kepada siswa-siswa yang lain untuk menyatakan persetujuan atau penolakan siswa serta menunjukkan alasan-karena terhadap suatu pandangan yang diungkapkan oleh seorang siswa, dengan maksud supaya diperoleh persepsi yang benar dan dapat diterima oleh semua pihak.

Contoh: Siapa oke dengan balasan itu? Mengapa?

4. Meminta Ketepatan Jawaban

Jika balasan siswa belum sempurna guru mampu meminta siswa untuk meninjau kembali balasan itu semoga diperoleh tanggapan yang tepat atau guru dapat menggunakan sistem perlindungan pertanyaan dengan tata cara bergilir.

5. Meminta Jawaban Yang Lebih Relevan

Mengajukan pertanyaan yang memungkinkan siswa menganggap kembali jawabannya atau mengemukakan kembali jawabannya menjadi lebih berhubungan .

6. Meminta Contoh

Jika ada balasan dari siswa yang kurang terang maka guru dapat meminta siswa untuk memberikan gambaran atau teladan yang kasatmata.

Contoh: Dapatkah kau memberi satu atau beberapa teladan dari jawabanmu?

7. Meminta Jawaban Yang Lebih Kompleks

Guru menawarkan klarifikasi biar tanggapan siswa menjadi lebih kompleks dan mampu menemukan ide-inspirasi penting yang lain.

Contoh: Dapatkah kau menawarkan penjelasan yang lebih luas lagi dari ilham yang dikatakan tadi?

Ok, Itu ia 7 Teknik Bertanya dengan Pertanyaan Pelacak Yang Dilakukan Guru Kepada Siswa, Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Sunday, September 19, 2021

11 Sistem Pembelajaran Dengan Kelebihan Dan Kekurangannya

September 19, 2021
 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya 11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi selaku cara untuk menyampaikan bahan saja, alasannya adalah sumber berguru dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tiga cakupan yang luas ialah disamping selaku penyampai gosip juga mempunyai tugas untuk mengurus acara pembelajaran sehingga warga belajar mampu belajar untuk mencapai tujuan secara cepat.

Berikut 11 tata cara pembelajaran dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah yakni penuturan bahan pelajaran secara ekspresi. Metode ini tidak senantiasa buruk jika penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, disokong dengan alat dan media, serta mengamati batasan kemungkinan penggunaannya.

Kelebihan tata cara ceramah :
  • Guru lebih menguasai kelas
  • Praktis mengorganisasikan daerah duduk/kelas
  • Dapat dibarengi oleh jumlah siswa yang besar
  • Mudah menyiapkan dan melaksanakannya
  • Guru mudah membuktikan pelajaran dengan baik.
Kelemahan sistem ceramah
  • Praktis menjadi verbalisme (pemahaman kata-kata)
  • Yang  visual  menjadi  rugi,  yang  auditif  (mendengar)  lebih  biasa mendapatkan
  • Membosankan jikalau selalu digunakan dan terlalu usang
  • Sukar menyimpulkan siswa mengerti dan tertarik padaceramahnya
2. Metode Tanya Jawab 

Metode Tanya Jawab adalah tata cara mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat ywo way traffic, sebab pada saat yang serupa terjadi obrolan antara guru dan siswa. Guru mengajukan pertanyaan siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini tampakadanya kekerabatan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.

Kelebihan tata cara tanya jawab :
  • Pertanyaan mampu menarik dan memusatkan perhatian siswa
  • Merangsang siswa untuk melatih dan menyebarkan daya   pikir, tergolong daya kenangan.
  • Mengembangkan  keberanian  dan  keahlian  siswa  dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
Kelemahan sistem tanya jawab :
  • Siswa merasa cemas jikalau guru kurang mampu mendorong siswa     untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang
  • Tidak  gampang  menciptakan  pertanyaan  yang  sesuai  dengan  tingkat berpikir dan mudah dimengerti siswa
  • Sering mencampakkan banyak waktu
  • Kurangnya  waktu  untuk  memberikan  pertanyaan  terhadap  seluruh siswa.
3. Metode Diskusi 

Metode diskusi  yakni  bertukar  gosip,  beropini,  dan  komponen-unsur pengalaman  secara  terstruktur  dengan  maksud  untuk  menerima  pemahaman bersama yang lebih terang dan lebih cermat tentang problem atau topik yang sedang dibahas.

Kelebihan tata cara diskusi :
  • Merangsang  kreatifitas  anak  asuh  dalam  bentuk  ide,  gagasan,    prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan dilema
  • Mengembangkan perilaku saling menghargai pendapat orang lain
  • Memperluas pengetahuan
  • Membina  untuk  terbiasa  musyawarah  dalam  memecahkan  sebuah dilema.
Kelemahan tata cara diskusi :
  • Membutuhkan waktu yang panjang
  • Tidak dapat digunakan untuk golongan yang besar
  • Peserta mendapat gosip yang terbatas
  • Dikuasai  orang-orang  yang  suka  berbicara  atau  ingin menonjolkan diri.
4. Metode Demonstrasi 

Demonstrasi yang dimaksud disini adalah sebuah tata cara mengajar yang memberikan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode ini dilakukkan dengan cara memperagakan barang, peristiwa, aturan, dan urutan melakukan suatu acara, baik secara pribadi maupun melalui penggunaan media pengajaran yang berkaitan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang dihidangkan.

Kelebihan tata cara demonstrasi :
  • Menghindari verbalisme
  • Siswa lebih gampang mengetahui apa yang dipelajari
  • Proses pengajaran lebih mempesona
  • Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara     teori dengan kenyataan dan menjajal melakukannya sendiri.
Kelemahan sistem demonstrasi :
  • Memerlukan keterampilan guru secara khusus
  • Kurangnya kemudahan
  • Membutuhkan waktu yang usang. 
5. Metode Eksperimen 

Metode Eksperimen, metode ini bukan sekedar tata cara mengajar namun juga merupakan satu tata cara berfikir, alasannya adalah dalam Eksperimen dapat memakai metode yang lain dimulai dari menawan data hingga mempesona kesimpulan.

Kelebihan sistem eksperimen :
  • Membuat siswa lebih yakin atas kebenaran atau kesimpulan menurut percobaan
  • Membina siswa menciptakan terobosan gres
  • Hasil percobaan yang berharga mampu dimanfaatkan untuk     kemakmuran umat manusia.
Kelemahan sistem eksperimen :
  • Cenderung sesuai bidang sains dan teknologi
  • Kesulitan dalam kemudahan
  • Menuntut kecermatan, ketabahan, dan ketabahan
  • Setiap percobaan tidak selalu menawarkan hasil yang diperlukan.
6. Metode Latihan (Drill) 

Metode latihan yakni suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk melakukan  aktivitas  latihan  supaya  memiliki  ketangkasan  atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari

Kelebihan metode latihan :
  • Untuk memperoleh kecakapan motoris
  • Untuk menemukan kecakapan mental
  • Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk perkumpulan yang dibentuk
  • Pembentukan kebiasaan serta memperbesar ketepatan dan kecepatan pelaksanaan
  • Pemanfaatan kebiasaan yang tidak membutuhkan konsentrasi
  • Pembentukan kebiasaaan yang lebih otomatis
Kelemahan tata cara latihan :
  • Menghambat bakat dan inisiatif siswa
  • Menimbulkan pembiasaan secara statis terhadap lingkungan
  • Monoton, mudah membosankan
  • Membentuk kebiasaan yang kaku
  • Dapat mengakibatkan verbalisme
7. Metode Pemberian Tugas (Resitasi)

Metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru menawarkan peran tertentu supaya siswa melaksanakan kegiatan mencar ilmu. Biasanya guru memberikan peran berupa resume dengan menggunakan kalimat sendiri dari materi yang telah dipelajari.

Kelebihan tata cara resitasi :
  • Merangsang  siswa  dalam  melakukan  acara  belajar  baik individual maupun golongan
  • Dapat menyebarkan kemandirian
  • Membina tanggung jawab dan disiplin siswa
  • Mengembangkan kreatifitas siswa.
Kelemahan sistem resitasi:
  • Sulit dikontrol
  • Khusus peran golongan yang aktif siswa tertentu
  • Sulit menawarkan tugas yang cocok perbedaan individu
  • Menimbulkan kebosanan. 
8. Metode Karyawisata 

Melalui  metode  ini  siswa-siswa  diajak  mendatangi  tempat-tempat tertentu di luar sekolah. Tempat-daerah  yang akan dikunjungi dan hal-hal yang  perlu  diamati  telah  direncanakan  terlebih  dahulu,  dan  sehabis acara siswa diminta membuat laporan.

Kelebihan metode karyawisata :
  • Memiliki  prinsip  pengajaran  modern  dengan  mempergunakan lingkungan aktual
  • Membuat relevansi antara apa  yang dipelajari dengan kebutuhan di penduduk
  • Merangsang kreatifitas siswa
  • Bahan pelajaran lebih luas dan konkret.
Kelemahan sistem karyawisata :
  • Kurangnya kemudahan
  • Perlu perencanaan yang matang
  • Perlu koordinasi supaya tidak tumpah tindih waktu
  • Mengabaikan unsur studi
  • Kesulitan mengatur siswa yang banyak
9. Metode Sistem Regu (Team Teaching)

Metode tata cara regu (team teaching), merupakan metode mengajar dua orang guru atau lebih berhubungan mengajar suatu golongan siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak selalu guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang-orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang kita butuhkan.

10. Metode Sosiodrama 

Metode  yang  dipakai  untuk  mengajarkan  nilai-nilai  dan  memecahkan problem- masalah  yang  dihadapi  dalam  hubungan  sosial  dengan  orang-orang  di  lingkungan  keluarga,  sekolah  maupun  penduduk .  Dalam pelaksanaannya  siswa  diberikan  tugas  tertentu  dan  melakukan  peran tersebut serta mendiskusikannya di kelas.

Kelebihan metode sosiodrama :
  • Melatih  siswa  untuk  melatih,  memahami  dan  mengenang  isi  materi yang mau didramakan
  • Melatih siswa memiliki gagasan dan berkreatif
  • Memupuk bakat
  • Menumbuhkan dan membina kerjasama
  • Mendapat kebiasaan untuk membagi tanggung jawab
  • Membina tata bahasa siswa
Kelemahan tata cara sosiodrama :
  • Kurang inovatif bagi anak yang tidak ikut dalam drama
  • Banyak mengkonsumsi waktu
  • Memerlukan daerah yang luas
  • Mengganggu kelas lain alasannya gaduh.
11. Metode Simulasi

Metode simulasi, simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seakan-akan. Kata simulasition artinya tiruan atau tindakan yang akal-akalan. Dengan demikian, simulasi dalam metode mengajar dimaksud selaku cara untuk menjelaskan sesuatu (materi pelajaran) melalui proses tingkah laku artifisial atau bermain peran perihal sebuah tingkah laris yang dijalankan seperti dalam keadaan yang bahu-membahu.

Kelebihan Metode Simulasi :
  • Simulasi mampu dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi suasana yang bahwasanya kelak; baik dalam kehidupan keluarga, penduduk , maupun menghadapi dunia kerja
  • Simulasi mampu membuatkan krwativitas siswa, sebab melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topik yang disimulasikan
  • Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa
  • Memperkaya wawasan, perilaku dan kemampuan yang diharapkan dalam menghadapi banyak sekali situasi sosial yang problematis
  • Simulasi dapat mengembangkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
Kelemahan Metode Simulasi :
  • Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak senantiasa sempurna dan sesuai dengan kenyataan di lapangan
  • Pengelolaan yang kurang baik. sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan
  • Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering menghipnotis siswa dalam melakukan simulasi.
Demikian tentang 11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya, biar bermanfaat dan terima kasih.

Rujukan :
Academia.edu

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Labels

Labels

Labels

Copyright © Blog Pendidikan. All rights reserved. Template by CB Blogger