Showing posts with label Siswa. Show all posts
Showing posts with label Siswa. Show all posts

Saturday, October 16, 2021

12 Versi Evaluasi Sahih Dan Langkah-Langkah Penyususnan Penilaian

October 16, 2021
 Model penilaian yang dapat dikembangkan untuk kegiatan penilaian otentik antara lain peni 12 Model Penilaian Otentik dan Langkah-langkah Penyususnan Penilaian

BlogPendidikan.net
- Model evaluasi yang dapat dikembangkan untuk kegiatan evaluasi sahih antara lain penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian portofolio, penilaian diri, evaluasi antar sahabat, jurnal, penilaian tertulis, eksperimen atau demonstrasi, pertanyaan terbuka, observasi, menceriakan kembali teks, dan menulis sampel teks.

Tentang Penilaian Otentik

Penilaian otentik ialah ialah salah satu bentuk penilaian hasil mencar ilmu penerima latih yang didasarkan atas kemampuannya menerapkan ilmu wawasan yang dimiliki dalam kehidupan yang nyata di sekitarnya. Makna asli yaitu keadaan yang sesungguhnya berkaitan dengan kemampuan akseptor bimbing.

Dalam kaitan ini, penerima latih dilibatkan secara aktif dan realisitis dalam menganggap kesanggupan atau prestasi mereka sendiri. Dengan demikian, pada penilaian asli lebih ditekankan pada proses berguru yang diubahsuaikan dengan suasana dan keadaan bantu-membantu, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas.

Berikut 12 versi penilaian Otentik yang diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas :

1. Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (performance assessment). Bentuk evaluasi ini dipakai untuk mengukur status kesanggupan berguru penerima ajar berdasarkan hasil kerja dari sebuah peran. Pada penilaian kinerja penerima asuh diminta untuk mendemonstrasikan tugas mencar ilmu tertentu dengan maksud biar peerta asuh mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya. Instrumen yang mampu digunakan untuk merekam hasil belajar pada evaluasi kinerja ini antara lain: daftar cek (check list), catatan anekdot/narasi, skala evaluasi ( rating scale).

2. Penilaian Proyek

Penilaian proyek (project assessment)yaitu bentuk penilaian yang diujudkan dalam bentuk derma tugas terhadap peserta ajar secara berkelompok. Penilaian ini difokuskan pada penilaian kepada tugas mencar ilmu yang mesti teratasi oleh penerima didik dalam periode/waktu tertentu. Penilaian proyek dapat juga dibilang sebagai evaluasi berbentuk penunjukkanyang bertujuan untuk mengukur kesanggupan peserta ajar menciptakan karya tertentu yang dikerjakan secara berkelompok.

3. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio ialah salah satu penilaian asli yang dikenakan pada sekumpulan karya akseptor ajar yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara sistematis dan terorganisir.

Proses evaluasi portofolio dilaksanakan secara bareng antara antara penerima didik dan guru. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan fakta-fakta penerima latih dan proses bagaimana fakta-fakta tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti bahwa akseptor latih sudah memiliki kompetensi dasar dan indikator hasil berguru sesuai dengan yang telah ditetapkan.

4. Jurnal

Jurnal mencar ilmu merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan penerima bimbing berhubungan dengan apa-apa yang telah dipelajari. Jurnal mencar ilmu ini mampu dipakai untuk merekam atau meringkas aspek-aspek yang bekerjasama dengan topik-topik kunci yang dipelajari. 

Misalnya, perasaan siswa kepada sebuah pelajaran, kesusahan yang dialami, atau keberhasilan di dalam memecahkan persoalan atau topik tertentu atau banyak sekali macam catatan dan komentar yang dibuat siswa. 

Jurnal ialah goresan pena yang dibuat akseptor didik untuk menawarkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Makara, jurnal dapat juga diartikan selaku catatan pribadi siswa ihwal bahan yang disampaikan oleh guru di kelas maupun kondisi proses pembelajaran di kelas.

5. Penilaian Tertulis

Penilaian tertulis mensuplai balasan isian atau melengkapi, balasan singkat atau pendek dan uraian. Penilaian tertulis yang termasuk dalam model evaluasi sahih yaitu penilaian yang berbentuk uraian atau esai yang menuntut penerima didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan sebagainya atas bahan yang sudah dipelajari. 

6. Penilaian Diri

Penilaian diri(self assessment)adalah sebuah teknik penilaian di mana penerima ajar diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. Dalam proses penilaian diri, bukan memiliki arti peran pendidik untuk menganggap dilimpahkan terhadap peserta ajar semata dan terbebas dari aktivitas melakukan penilaian. Dengan evaluasi diri, diperlukan mampu melengkapi dan menambah penilaian yang sudah dilaksanakan pendidik.

7. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar penerima asuh merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta penerima latih untuk saling menilai temannya terkait dengan pencapain kompetensi, sikap, dan sikap keseharian akseptor latih. Penilaian ini mampu dilakukan secara berkelompok untuk mendapatkan berita sekitar kompetensi penerima didik dalam kalangan. Informasi ini mampu dijadikan sebagai bahan memilih pencapaian hasil berguru penerima bimbing.

8. Pertanyaan Terbuka

Penilaian otentik juga dilakukan dengan cara meminta peserta didik membaca bahan pelajaran, kemudian menanggapi pertanyaan terbuka. Penilaian ini lebih difokuskan kepada bagaimana akseptor latih mengaplikasikan informasi dibandingkan dengan seberapa banyak akseptor asuh mengundang kembali apa yang sudah diajarkan. Pertanyaan terbuka tersebut mesti dibatasi supaya jawabannya tidak terlampau luas dan mempunyai arti sesuai dengan tujuannya.

9. Menceritakan Kembali Teks atau Cerita

Menceritakan kembali teks atau kisah ialah model penilaian otentik yang meminta akseptor latih membaca atau mendengarkan suatu teks lalu menceritakan kembali wangsit pokok atau bab yang dipilihnya. Penilaian model ini dimaksudkan untuk mengenali kesanggupan akseptor asuh dalam mengungkapkan kembali apa yang sudah dibaca tidak sebatas pada apa yang didengar. 

10. Menulis Sampel Teks

Menulis sampel teks ialah bentuk penilaian yang meminta penerima asuh untuk menulis teks narasi, ekspositori, persuasi, atau kombinasi berlainan dari teks-teks tersebut. Penggunaan model penilaian ini disarankan menggunakan rubrik yang mampu menilai secara analitis dan menyeluruh dalam ranah penulisan, seperti kosakata, komposisi, gaya bahasa, konstruksi kalimat, dan proses penulisan.

11. Ekperimen atau Demonstrasi

Pada penilaian melalui eksperimen atau demonstrasi akseptor asuh diminta melaksanakan eksperimen dengan materi sesungguhnya atau mengilustrasikan bagaimana sesuatu bekerja. Peserta asuh dapat dinilai dengan memakai rubrik berdasarkan semua faktor yang dilaksanakan sesuai dengan karakteristik bahan yang dieksperimenkan.

12. Pengamatan

Pada evaluasi dengan pengamatan pendidik mengamati perhatian penerima asuh dalam mengerjakan tugas, responnya terhadap aneka macam jenis peran, atau interaksi dengan peserta bimbing lain dikala sedang melakukan pekerjaan kelompok. Pengamatan dapat dilakukan dalam pembelajaran secara spontan maupun dengan perencanaan sebelumnya.

Langkah-Langkah Penyusunan Penilaian Otentik

Untuk dapat melaksanakan penilaian otentik secara tepat dan benar perlu diperhatikan beberapa langkah seperti berikut :
  1. Identifikasi dan Penentuan Standar yang akan dicapai. Tentukan standar keberhasilan mencar ilmu yang mesti dikuasai oleh penerima asuh secara terang dan terukur.
  2. Penentuan Tugas Otentik. Tentukan peran-peran berguru yang harus dikerjakan oleh penerima didik dengan memperhatikan keterkaitan antara kompetensi mencar ilmu dan dunia aktual.
  3. Pembuatan Kriteria Tugas Otentik. Kriteria dalam evaluasi sahih digunakan untuk menilai seberapa baik peserta latih menyelesaikan peran dan seberapa baik mereka sudah menyanggupi standar. Kemampuan penerima latih pada sebuah tugas diputuskan dengan mencocokkan kinerja akseptor asuh terhadap seperangkat patokan untuk menentukan sejauh mana kinerja akseptor didik memenuhi tolok ukur untuk peran tersebut.
  4. Pembuatan Rubrik. Rubrik digunakan sebagai kriteria untuk menentukan tingkat pencapaian akseptor didik. Rubrik biasanya dibuat dengan berisi tolok ukur penting dan tingkat capaian standar yang bermaksud untuk mengukur kinerja akseptor asuh. Kriteria dirumuskan dengan kata-kata tertentu yang menawarkan apa yang mesti dicapai penerima didik. Tingkat capaian kinerja ditunjukkan dalam bentuk angka-angka, besar kecilnya angka tersebut mempunyai arti tinggi rendahnya capaian hasil belajar peserta ajar.
  5. Pengolahan Skor Penilaian Otentik. Hasil belajar penerima ajar pada evaluasi asli berujud sekor. Sekor ini merupakan jumlah balasan benar akseptor asuh yang ialah hasil koreksi dari pendidik kepada pekerjaan akseptor ajar. Proses penyekoran dapat dijalankan secara langsung, namun demikian lebih baik jikalau proses penilaian memakai rubrik. Sekor hasil berguru sahih ini selanjutnya dianalisis dan diolah menjadi nilai. Nilai ini menawarkan bentuk kualitatif capaian hasil berguru peserta bimbing dalam pembelajaran.
Demikian postingan ini ihwal 12 Model Penilaian Otentik dan Langkah-langkah Penyususnan Penilaian, supaya berguna dan terima kasih.

Rujukan :
Modul PPG Daring. Kegiatan Belajar. Penilaian Otentik Tahun 2019.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/
5 Tahapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik

5 Tahapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik

October 16, 2021
Langkah-langkah tersebut dapat disertakan dengan mencipta. Tahapan pendekatan saintifik tidak mesti dilakukan secara urut, akan tetapi mampu dilaksanakan sesuai dengan pengetahuan yang mau dipelajari. 

Berikut ini penjabaran 5 tahapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik :

1. Mengamati

Merupakan acara mengidentifikasi suatu objek melalui penginderaan, ialah lewat indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pencecap dan peraba pada saat mengamati sebuah objek memakai ataupun tidak menggunakan alat bantu sehingga siswa dapat mengidentifikasi sebuah persoalan.

2. Menanya

Merupakan acara mengungkapkan suatu hal yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan sebuah objek, peristiwa, sebuah proses tertentu. Pertanyaan dapat diajukan secara ekspresi maupun goresan pena dan dapat berbentukkalimat pertanyaan atau kalimat hipotesis sehingga siswa mampu merumuskan problem dan hipotesis.

3. Mengumpulkan data

Merupakan acara mencari gosip sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan ini mampu dijalankan dengan membaca buku, pengamatan lapangan, uji coba, wawancara, membuatkan kuesioner, dan lain-lain, sehingga siswa mampu menguji hipotesis yang sudah dibentuk sebelumnya.

4. Mengasosiasi

Merupakan mengolah data dalam serangkaian kegiatan fisik dan fikiran dengan tunjangan peralatan tertentu. Pengolahan data mampu dijalankan dengan klasifikasi, mengurutkan, menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih berarti. Bentuk pembuatan data contohnya tabel, grafik, skema, peta desain, menjumlah, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan korelasi antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik sebuah final.

5. Mengkomunikasikan

Merupakan acara siswa dalam mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan memperhatikan, menanya, menghimpun dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara ekspresi maupun tulisan dalam bentuk diagram, skema, gambar, dan sejenisnya dengan pertolongan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi isu dan komunikasi. 

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Thursday, October 14, 2021

4 Contoh Angket Siswa : Motivasi Berguru, Minat Berguru, Kemandirian Mencar Ilmu Dan Respon Terhadap Pembelajaran

October 14, 2021
 Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran 4 Contoh Angket Siswa : Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran

BlogPendidikan.net
 - Dalam proses pembelajaran sering kali guru tidak mengetahui sampai sejauh mana minat, motivasi, kemandirian dan respon siswa terhadap pelajaran yang sudah diberikan. Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan menawarkan angket penilaian siswa terhadap mata pelajaran yang sudah diberikan.

Angket Adalah sebuah daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. Melalui angket, hal-hal ihwal diri responden mampu diketahui. 

Misalnya wacana kondisi, atau data dirinya mirip pengalaman, sikap, minat, kebiasaan berguru dan sebagainya. Isi angket dapat berbentukpertanyaan-pertanyaan tentang responden. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirumuskan sedemikian rupa sehingga mampu diperoleh tanggapan yang objektif. Juga perlu dijalin koordinasi antara pemberi angket dan responden melalui pengantar angket yang simpatik, sehingga responden terdorong bekerja sama dan rela mengisinya secara jujur.

Berikut BlogPendidikan.net akan memberikan beberapa teladan angket siswa yang terdiri dari: Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran. Yang bisa Anda download pada tautan dibawah ini.

Angket Motivasi Belajar >>> UNDUH
Angket Minat Belajar >>> UNDUH
Angket Kemandirian Belajar >>> UNDUH
Angket Respon Terhadap Pembelajaran >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/
Pola Acara Mata Pelajaran Luring Dan Laporan Pjj Luring

Pola Acara Mata Pelajaran Luring Dan Laporan Pjj Luring

October 14, 2021
"Pemerintah juga melaksanakan relaksasi peraturan untuk guru, bahwa guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap wajah dalam satu minggu," kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring.

Relaksasi jam latih guru tercantum dalam poin keempat kurikulum darurat. Nadiem menjelaskan relaksasi jam didik bermaksud untuk meminimalkan beban guru, sekaligus menawarkan fleksibilitas guru dalam mengajar.

Dengan relaksasi jam ajar, guru diperlukan memajukan pengajaran yang interaktif selama melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Jadi guru mampu fokus menawarkan pelajaran interaktif tanpa harus mengejar-ngejar pemenuhan jam," imbuhnya.
Nadiem juga berharap relaksasi jam latih dimanfaatkan para orang tua untuk turut aktif menawarkan pengajaran bagi anaknya di rumah. "Mampu menawarkan fleksibilitas dalam bagaimana mampu melibatkan orang tua di dalam proses pembelajaran," kata Nadiem.

Dengan relaksasi beban jam mengajar guru yang tidak lagi diwajibkan mengajar minimal 24 jam/minggu, guru dituntut untuk menyusun jadwal dan laporan proses pembelajaran yang dijalankan baik secara daring, luring ataupun variasi sebagai bahan laporan dan supervisi kepala sekolah dan pengawas.

Berikut contoh jadwal Mata Pelajaran luring dan laporan pembelajaran jarak jauh (PJJ) model luring:

* Jadwal PJJ Luring: LIHAT DISINI

* Laporan PJJ Luring: LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Soal Ulangan Harian Tema 1 Subtema 1 Kelas 1, 2, Dan 3

October 14, 2021
 Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didi Soal Ulangan Harian Tema 1 Subtema 1 Kelas 1, 2, dan 3

BlogPendidikan.net
- Ulangan ialah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta latih secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk mengawasi pertumbuhan dan perbaikan hasil berguru penerima bimbing.

Ulangan harian ialah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menganggap kompetensi akseptor didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.

Berikut pola deskripsi soal ulangan harian yang terdiri dari soal opsi ganda :

1. Berikut sikap yang tepat dengan sila pertama pancasila adalah....

a. musyawarah penyeleksian ketua kelas
b. membantu sahabat yang jatuh
c. mensyukuri nikmat kesehatan
d. berbakti terhadap orangtua

2. Salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan yaitu....

a. makan hingga kenyang
b. berolahraga setiap pagi
c. mengejek teman yang bertubuhgemuk
d. membuang sampah asal-asalan

3. Tuhan sudah membuat tubuh kita dengan sempurna, peran kita yakni....

a. melakukan tugas sekolah dengan benar-benar
b. begadang menyaksikan bola saban hari
c. mengucapkan terima kasih terhadap orang tua
d. memelihara dan mempertahankan kesehatan

4. Salah satu contoh perilaku tidak bersyukur atas kuliner yang diberi yaitu....

a. menyantap makanan yang bergizi
b. makan sesuai kebutuhan dan dihabiskan
c. mencampakkan sisa kuliner yang kita makan
d. berdoa sebelum makan

Untuk soal ulangan harian Tema 1 Sub Tema 1 Kelas 1, 2 dan 3 mampu Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Soal Ulangan Harian Tema 1 Subtema 1 Kelas 1 >>> UNDUH
Soal Ulangan Harian Tema 1 Subtema 1 Kelas 2 >>> UNDUH
Soal Ulangan Harian Tema 1 Subtema 1 Kelas 3 >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Wednesday, October 13, 2021

Teladan Instrumen Penilaian Perilaku Spiritual, Jujur, Tanggungjawab, Disiplin, Bantu-Membantu, Toleransi, Percaya Diri, Dan Santun

October 13, 2021
Contoh Instrumen Penilaian Sikap Spiritual Contoh Instrumen Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggungjawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun

BlogPendidikan.net
- Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian acara yang dirancang untuk mengukur perilaku peserta ajar sebagai hasil dari sebuah acara pembelajaran. 

Penilaian sikap juga ialah aplikasi suatu patokan atau sistem pengambilan keputusan kepada sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bab dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan pertumbuhan perilaku peserta bimbing secara individual.

Dalam instrumen ini terdapat 4 komponen evaluasi yang mau di jelaskan satu persatu ialah : Observasi, Penilaian Diri, Penilaian Antar Peserta Didik dan Jurnal. Dari masing-masing evaluasi yang terdiri atas : Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun.

Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap :

1. Observasi

Observasi ialah teknik penilaian yang dikerjakan secara berkelanjutan dengan menggunakan indera, baik secara pribadi maupun tidak eksklusif dengan memakai instrumen yang berisi sejumlah indikator sikap yang diamati.

Observasi pribadi dikerjakan oleh guru secara pribadi tanpa mediator orang lain. Sedangkan observasi tidak pribadi dengan pemberian orang lain, seperti guru lain, orang bau tanah, penerima ajar, dan karyawan sekolah.

2. Penilaian Diri (self assessment)

Penilaian diri merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta peserta ajar untuk mengemukakan kelebihan dan kelemahan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai berbentuklembar evaluasi diri memakai daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dibarengi rubrik.

3. Penilaian Antar akseptor asuh

Penilaian antar akseptor latih ialah teknik penilaian dengan cara meminta peserta bimbing untuk saling menganggap terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk evaluasi antar akseptor didik ialah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau memakai dua- duanya.

4. Jurnal

Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kekurangan penerima asuh yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Kelebihan yang ada pada jurnal yakni insiden/kejadian dicatat dengan secepatnya.

Dengan demikian, jurnal bersifat orisinil dan objektif dan mampu digunakan untuk mengetahui peserta latih dengan lebih sempurna. sementara itu, kekurangan yang ada pada jurnal yaitu reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu ketabahan dalam menunggu munculnya kejadian sehingga mampu mengganggu perhatian dan peran guru, apabila pencatatan tidak dikerjakan dengan segera, maka objektivitasnya menyusut.

Untuk lebih jelasnya dari ke 4 bagian evaluasi tersebut yang di rinci dari bab-bagian penilaiannya yang terdiri dari : Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun. Bisa Anda unduh pada tautan di bawah ini.

Berikut Contoh Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/
Buku Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (Sd) Kelas 4, 5 Dan 6

Buku Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (Sd) Kelas 4, 5 Dan 6

October 13, 2021

Peran guru sungguh penting untuk memajukan dan menyesuaikan daya serap penerima latih dengan ketersediaan acara pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk aktivitas-aktivitas lain yang tepat dan berhubungan .

Kurikulum 2013 disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya dengan pendekatan mencar ilmu saintifik berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa. Kurikulum 2013 telah tidak lagi memakai Standar Kompetensi (SK) selaku acuan berbagi Kompetensi Dasar (KD). Sebagai gantinya, Kurikulum 2013 telah menyusun Kompetensi Inti (KI). 
Kompetensi Inti ialah kesanggupan dasar yang harus dimiliki seorang akseptor bimbing lewat pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dan pembelajaran integratif dan pendekatan saintifik. Kompetensi Inti memuat kompetensi perilaku spiritual, sosial, wawasan, dan keahlian yang dikembangkan dalam Kompetensi Dasar.

Tujuan penyusunan Buku Guru ini yakni memberikan acuan atau pedoman bagi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan melakukan evaluasi kepada proses pembelajaran matematika di Sekolah Dasar/MI kelas IV. 
Dalam buku ada bagian penting yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni acara pembelajaran, evaluasi, pengayaan dan remedial, serta interaksi guru dengan orang tua akseptor asuh. Untuk mempermudah dalam penggunaan.

Berikut Buku Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (SD) Kelas 4, 5 dan 6:

Buku Matematika Kelas 4 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 1 Kelas 5 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 2 Kelas 5 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 1 Kelas 6 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 2 Kelas 6 >>> LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Pola Angket Pembelajaran Daring Minat Siswa Kepada Pembelajaran

October 13, 2021
Contoh Angket Pembelajaran Daring Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Contoh Angket Pembelajaran Daring Minat Siswa Terhadap Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran pastinya guru selalu melakukan evaluasi terhadap materi yang telah di berikan, evaluasi ini mampu dalam bentuk tes. Dan untuk mengetahui hingga sejauh mana minat siswa terhadap pembelajaran yang telah diberikan, tentunya membutuhkan angket dalam menilainya. Angket ini diisi oleh siswa, dan di evaluasi kembali oleh guru.

Angket yang akan BlogPendidikan.net bagikan kali ini adalah angket, yang mana proses pembelajarannya dijalankan secara daring, baik melalui tatap muka video, atau pengantaran tugas lewat aplikasi seperti WhatsApp. Formulir angket ini dibuat lewat google form yang mampu dikirimkan terhadap siswa dalam bentuk LINK dan masing-masing siswa mengisi angket dengan mencantumkan identitas masing-masing.

Pengertian Angket atau Quesioner

Angket ialah sebuah daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden perihal pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. Melalui angket, hal-hal tentang diri responden mampu dimengerti. Misalnya wacana kondisi, atau data dirinya seperti pengalaman, sikap, minat, kebiasaan belajar dan sebagainya. Isi angket mampu berupa pertanyaan-pertanyaan perihal responden.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh tanggapan yang objektif. Juga perlu dijalin kerjasama antara pemberi angket dan responden melalui pengantar angket yang simpatik, sehingga responden terdorong bekerja sama dan rela mengisinya secara jujur. 

Ditinjau dari cara menjawab pertanyaannya, angket dapat dikelompokkan menjadi :
  1. Angket terbuka atau tak berstruktur, yaitu angket yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden secara bebas mampu memberikan tanggapan sesuai dengan bahasanya sendiri.
  2. Angket tertutup atau berstruktur, adalah angket yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden tinggal menentukan balasan yang disediakan.
Ditinjau dari balasan yang diberikan, angket dibagi menjadi:
  1. Angket eksklusif, ialah angket yang dikirim terhadap responden dan langsung diisinya.
  2. Angket tak pribadi, ialah angket yang dikirim terhadap responden dan dijawab oleh orang yang bukan diminta keterangannya. Kaprikornus responden menjawab pertanyaan tentang orang lain
 

Untuk memakai Angket daring ini Anda cukup menggunakan dan menjadikannya di google formulir untuk membuatnya, selanjutnya Anda gunakan sebagai bahan evaluasi minat siswa kepada pembelajaran, untuk diteruskan dan dibagikan ke siswa Anda.

Berikut Link Contoh Angket Pembelajaran Daring Minat Siswa Terhadap Pembelajaran : https://forms.gle/DwFZaHTtgWPHUv6o9

Silahkan Anda klik tautan diatas untuk menyaksikan acuan angket pembelajaran daring. Demikian artikel ini semoga berfaedah dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/
Modul Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

Modul Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

October 13, 2021

Demikian ihwal Modul Pembelajaran Luring SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013, biar apa yang dibagikan BlogPendidiakn.net bermanfaat dan bisa menjadi acuan Anda dalam proses pembelajaran dari rumah. Terima kasih dan jangan lupa menyebarkan. 

Modul di atas bisa juga Anda gunakan dalam proses pembelajaran Daring dan Kombinasi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWSFOLLOWING (Dapatkan informasi terupdate ihwal guru dan pendidikan) 

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Tuesday, October 12, 2021

Cara Pendataan Penerima Asesmen Nasional (An)

Cara Pendataan Penerima Asesmen Nasional (An)

October 12, 2021
Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh seluruh guru dan kepala satuan pendidikan. Informasi dari penerima bimbing, guru, dan kepala satuan pendidikan diharapkan memberi gosip yang lengkap ihwal kualitas proses dan hasil berguru di setiap satuan pendidikan.

Bagaimana cara pendataan akseptor Asesmen Nasional (AN)?

Berikut cara pendataan akseptor Asesmen Nasional yang dilaksanakan oleh sekolah sesuai Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 :
  1. Melakukan pemutakhiran data satuan pendidikan dan data penerima didiknya secara daring/online sesuai mekanisme DAPODIK/EMIS dan VER-VAL PD
  2. Mengimpor data penerima ajar pada laman pendataan-AN
  3. Menerima lembar DNS dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi untuk diverifikasi dan dimutakhirkan (bila terdapat perbaikan data); Verifikasi dikerjakan pada nama akseptor asuh, tempat lahir, tanggal lahir, NISN, dan indentitas lainnya
  4. Menyerahkan data hasil verifikasi DNS yang sudah disahkan dan ditandatangani oleh Kepala satuan pendidikan ke Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi
  5. Menerima DNT dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi
  6. Mengelola data AN satuan pendidikan untuk kebutuhan AN.
Untuk selengkapnya bisa membacanya pada Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 pada link Unduh dibawah ini.

Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.


Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Berikut Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Dari Pemerintah Untuk Siswa Dan Guru

October 12, 2021
Berikut Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Dari Pemerintah Untuk Siswa dan Guru Berikut Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Dari Pemerintah Untuk Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
- Asikk ... ada kuota internet gratis bagi para siswa dan guru kini bisa bernapas lega dengan keadaan pembelajaran dimasa pandemi yang harus menerapkan pembelajaran daring, dan tentunya memerlukan kuota internet untuk dapat melakukan proses pembelajaran daring. Pemerintah kembali memperpanjang santunan pertolongan kuota gratis bagi para siswa dan guru hingga Desember 2021. 

Mengutip dari laman kompas.com (01/08/21) bahwa untuk memperpanjang subsidi kuota internet pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar Rp 5,54 triliun. Adapun subsidi kuota internet gratis ini telah berjalan dari Januari sampai Mei 2021 dengan menelan budget Rp 3 triliun. Dengan adanya perpanjangan ini maka total anggaran yang diperlukan senilai Rp 8,54 triliun. Lalu, bagaimana cara dapat kuota gratis dari pemerintah?

Mengutip laman indonesia.go.id, Bantuan kuota internet gratis ini akan disalurkan terhadap nomor telepon siswa dan guru yang telah terdaftar di tata cara Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Apabila para siswa dan guru belum terdaftar dan telah mengubah nomor telepon seluler yang telah terdaftar.

Cara mendapatkan kuota internet gratis dari Kemendikbud Ristek

Berikut cara mendaftar menjadi akseptor pertolongan kuota internet gratis dari Kemendikbud :
  1. Calon penerima harus melapor terhadap pimpinan satuan pendidikan sebelum kala penyaluran untuk menerima tunjangan kuota.
  2. Pimpinan atau operator satuan pendidikan harus mengunggah surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) untuk nomor yang berganti atau nomor baru pada laman Kemendikbudristek https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id/ atau https://pddikti.kemdikbud.go.id/ (untuk jenjang pendidikan tinggi).
Besaran Kuota Yang Akan Diterima Guru dan Siswa

Adapun besaran dukungan kuota internet yang diterima tergantung pada jenjang pendidikan masing-masing siswa, mahasiswa dan guru. Berikut ini ialah rincian detail dukungan kuota internet gratis dari Kemendikbudristek tahun fatwa gres 2021/2022: 
  1. Untuk Siswa jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) akan menerima Kuota Umum 7 GB per bulan
  2. Untuk Siswa Jenjang SD sampai Sekolah Menengan Atas akan menerima Kuota Umum 10 GB per bulan
  3. Untuk Guru Jenjang PAUD sampai Sekolah Menengan Atas akan mendapatkan Kuota Umum 12 GB per bulan
  4. Dosen dan Mahasiswa Akan mendapatkan Kuota Umum 15 GB per bulan. 
Bantuan kuota ini hanya dapat dipakai untuk mengakses layanan pembelajaran dan tidak dapat digunakan untuk mengakses konten hiburan maupun aplikasi media umum. 

Bantuan paket kuota data internet tersebut merupakan jalan masuk 'all network' dengan pembatasan saluran kepada situs dan aplikasi yang diblokir oleh Kementerian Kominfo. Sementara itu, teknis lebih lanjut perihal kebijakan subsidi ini dibahas dengan kementerian dan forum terkait. 

Ditargetkan Agustus 2021, dukungan tersebut telah mampu disalurkan. Stimulus ini merupakan bagian dari derma sosial bagi masyarakat luas yang terdampak akhir pandemi Covid-19.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Ini Hak Dan Kewajiban Anak Di Sekolah, Penduduk Dan Di Rumah

October 12, 2021
 Hak dan Kewajiban siswa tercermin dalam hubungan proses pendidikan Ini Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah

BlogPendidikan.net
- Hak dan Kewajiban siswa tercermin dalam korelasi proses pendidikan, yang didalamnya ada penerima ajar, pendidik, lembaga pendidikan, kurikulum, dan lain-yang lain, yang tidak hanya tertuju pada satu faktor, tetapi meliputi seluruh aspek korelasi, sehingga hak dan kewajiban akseptor ajar mampu tercapai.

Hak yaitu segala sesuatu yang harus di terima dan dimiliki semua warga penduduk . Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dikerjakan sesuai atur yang berlaku.

Hak penerima asuh yakni wewenang dan kekuasaan peserta latih dalam melaksanakan sesuatu (kegiatan mencar ilmu) yang telah diputuskan oleh undang-undang, hukum, dan segala hal yang mengontrol perihal hak tersebut. 

Sedangkan keharusan peserta latih yaitu perkara yang mesti dilakukan atau dilaksanakan oleh akseptor didik, baik berupa perintah atau hal-hal lain yang bekerjasama dengan sesuatu yang mesti dilaksanakan, serta yang mesti ditinggalkan sebagai seorang akseptor asuh.

Berikut akan dijabarkan bentuk-bentuk Hak dan Kewajiban siswa di Sekolah, Masyarakat dan Rumah :

Hak dan keharusan siswa di sekolah :

Hak Siswa di Sekolah :
  1. Berhak mendapat perlakuan adil (nilai) dari guru dan pemberian.
  2. Berhak menerima tutorial dari guru dan pendidikan.
  3. Berhak meminjam buku di perpustakaan.
  4. Berhak memiliki banyak sobat.
  5. Berhak menggunakan fasilitas yang ada disekolah.
Kewajiban Siswa disekolah :
  1. Siswa mesti taat kepada Guru dan Kepala Sekolah.
  2. Ikut bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan, ketertiban sekolah.
  3. Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung, halaman, perabotan yang ada disekolah.
  4. Membantu kelangsungan pelajaran dikelas.
  5. Ikut menjaga nama baik sekolah, guru maupun pelajar yang lain baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
  6. Menghormati guru dan saling menghargai antar sesama murid.
  7. Melengkapi diri dengan keperluan sekolah.
  8. Murid yang menjinjing kendaraan mesti menaruh kendaraannya ditempat yang sudah ditentukan.
  9. Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dengan lancar.
  10. Memakai busana seragam sekolah sesuai dengan hari yang telah diputuskan.
  11. Murid berkewajiban untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang diselenggarakan.
  12. Memberikan informasi Sakit, Izin atau Alpa dari orangtua bahwa Anda berhalangan untuk sekolah.
  13. Murid-murid wajib mengikuti pelajaran dan ulangan disekolah.
Hak dan keharusan siswa di Masyarakat :

Hak siswa di Masyarakat :
  1. Mengembangkan talenta dan kesanggupan
  2. Mendapatkan banyak sekali layanan biasa : Pemerintah selama ini sudah menawarkan banyak sekali layanan biasa yang mampu dimanfaatkan oleh semua warga penduduk
  3. Layanan kesehatan: Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau Puskesmas kita dapat mendapatkan layanan pengobatan murah atau bahkan gratis. Misalnya dengan adanya BPJS Kesehatan, setiap penduduk mampu mengakses layanan kesehatan yang ada di negeri ini
  4. Layanan di bidang pendidikan: Kalau kita bersekolah di sekolah-sekolah negeri atau di Perguruan Tinggi Negeri kita dapat memperoleh biaya pendidikan yang terjangkau atau tidak mengeluarkan uang sama sekali. Misalnya Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menawarkan kesempatan warga yang kurang bisa untuk menerima pendidikan
Kewajiban Siswa di Masyarakat :
  1. Menjaga kebersihan di lingkungan penduduk .
  2. Menjaga suasana supaya tetap tenang dan tentram serta sejahtera.
  3. Saling menghormati dan menghargai penduduk yang ada di sekitar kita.
  4. Saling membantu dan bergotong royong
Hak dan kewajiban siswa di Rumah :

Hak Siswa di Rumah :
  1. Mendapatkan kasih sayang:  Sebagai anggota keluarga berhak mendapatkan kasih sayang dari seluruh keluarga. Sedari kecil sudah mendapatkan kasih sayang dari orangtua. Kita senantiasa dijaga dan dirawat dengan sarat kasih. Kasih sayang yang telah diberikan oleh orang tua mesti disyukuri dengan cara menghormati dan menghargai mereka.
  2. Mendapatkan perlindungan:  Kita semua membutuhkan bantuan dari segala keadaan atau kondisi yang dapat membahayakan diri kita atau mampu menciptakan kita sakit. Di dalam keluarga kita mampu menemukan itu semua. Orang bau tanah berkewajiban menunjukkan pertolongan sesuai dengan kemampuannya.
  3. Mendapatkan kesehatan:  Kesehatan sungguh penting bagi kita. Saat badan kita sehat, kita mampu mencar ilmu, bermain, dan melaksanakan semua pekerjaan dengan tenteram. Sebaliknya, saat tubuh kita sakit, kita tidak dapat melaksanakan semua kegiatan tersebut dengan baik. Kesehatan yaitu hak kita. Saat sakit kita berhak menerima pengobatan agar bisa kembali sehat
  4. Mendapatkan hak untuk bermain:  Dengan bermain kita belajar bersosialisasi dengan orang lain. Dengan bermain kita juga akan menemukan sesuatu yang mengasyikkan. Hak untuk bermain merupakan hak kita semua.
  5. Mendapatkan pendidikan:  Di dalam keluarga kita berhak untuk mendapatkan pendidikan. Orangtua mendidik kita di rumah dan menyekolahkan kita untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik
Kewajiban Siswa di Rumah :
  1. Kewajiban siswa mematuhi aturan keluarga: Setiap keluarga mempunyai aturan masing-masing. Aturan yang berlaku bagi keluarga yang satu mungkin berbeda dengan yang berlaku di keluarga yang lain : Setiap anggota keluarga wajib menaati aturan yang sudah disepakati agar kehidupan keluarga berlangsung serasi. Contoh aturan dalam keluarga: berpamitan sebelum meninggalkan rumah, mencuci perlengkapan makan sesudah dipakai, memberi salam dikala meninggalkan atau kembali ke tempat tinggal.
  2. Membersihkan rumah:  Membersihkan rumah merupakan salah satu kewajiban yang mesti dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Rumah yang higienis dan rapi akan menciptakan anggota keluarga merasa tenteram dan betah tinggal dirumah. Kesadaran akan pentingnya mempertahankan kebersihan akan menjadi kebiasaan baik sehingga kita akan berupaya menjaga kebersihan di mana saja berada.
  3. Membantu orangtua:  Orangtua ialah orang yang berperan penting bagi kelancaran hidup keluarga. Orangtua sungguh menyayangi anak-anaknya. Mereka bekerja keras mencari nafkah untuk memelihara, senantiasa berusaha melindungi, dan mendidik anak-anaknya semoga kelak menjadi anak yang mampu berdiri diatas kaki sendiri dan berguna. Oleh karena itu, setiap anak berkewajiban menolong orang tua di rumah sesuai dengan kemampuannya.
Demikian artikel ini tentang Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah. Semoga berguna dan jangan lupa menyebarkan. Terima kasih.

Rujukan :
Tautan : http://portaluniversitasquality.ac.id:55555/876/4/BAB%20II.pdf

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, October 11, 2021

Acuan Format Laporan Pembelajaran Daring

October 11, 2021
Contoh Format Laporan Pembelajaran Daring Contoh Format Laporan Pembelajaran Daring

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran daring yang dikerjakan guru, yang menuntut kreatifitas guru dalam proses pembelajaran daring. Siswa sebagai sarana kawasan penerima pesan dari guru tentunya juga mesti konsisten juga dalam proses pembelajaran. Karena guru juga dituntut dengan menunjukkan laporan aktivitas hasil berguru daring terhadap pimpinannya, maka harus ada koordinasi yang baik antara guru dan siswa dalam pembelajaran daring.

Salah satu kewajiban guru selama melakukan peran dinas di rumah/daerah tinggal yakni menyusun Laporan Pembelajaran Jarak Jauh. Pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang dilakukan guru ini untuk memperlihatkan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu terhadap penerima ajar selama diberlakukannya kurun darurat Covid-19.

Penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh ini sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).

Pembelajaran jarak jauh tersebut mampu dikerjakan secara daring (dalam jaringan), sehingga peserta asuh mampu mengakses bahan dan sumber pembelajaran tanpa batas-batas waktu dan kawasan. 

Kegiatan pembelajaran secara daring ini akan mendukung proses pembelajaran jarak jauh dan mempermudah dalam penyebaran bahan terhadap penerima latih. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang dijalankan meliputi kegiatan penyampaian bahan, penugasan, dan evaluasi.

Pengertian Pembelajaran Daring

Pemanfaat teknologi dan komunikasi di indonesia kian marak digunakan dalam pembelajaran di sekolah terlebihnya dimasa pandemi Covid-19 mengenang banyaknya aktifitas pembelajaran yang berbasis daring yang memakai jaringan internet sebagai alat bantu dalam aktivitas pembelajaran antara guru dengan siswa.

Pembelajaran daring intinya merupakan pembelajaran yang dijalankan secara virtual lewat aplikasi yang tersedia namun pembelajaran daring mesti tetap harus memperhatikan kompetensi yang
akan diajarkan. Pendidik mesti menyadari bahwa pembelajaran daring memiliki sifat yang komplek alasannya melibatkan aspek pedagogis, psikologis dan didaktif secara serentak. 

Menurut (Mulyasa). Dalam proses pembelajaran daring yang dipraktekkan condong pada bentuk penunjukkanvia aplikasi tertentu pada menggunakan komputer dan handpone. Peserta latih diberikan peran-peran untuk dituntaskan dengan dibantu oleh orangtua kemudian dikoreksi oleh guru sebagai bentuk penilaian dan diberikan komentar selaku bentuk evaluasi.

Untuk artikel berikut BlogPendidikan.net akan membagikan acuan format laporan acara pembelajaran daring yang dijalankan setiap hari, contoh ini yakni selaku bahan acuan Anda dalam membuat laporan pembelajaran daring. Adapun isi didalamnya bisa Anda udah sesuai kebutuhan Anda.

Berikut Contoh Format Laporan Pembelajaran Daring : (doc) UNDUH (pdf) UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Pola Format Buku Kerja Guru 4 Kurikulum 2013 Sd/Mi

October 11, 2021

 Perangkat pembelajaran yang memuat buku kerja guru menjadi skenario pembelajaran yang pen Contoh Format Buku Kerja Guru 4 Kurikulum 2013 SD/MI

BlogPendidikan.net
 - Perangkat pembelajaran yang memuat buku kerja guru menjadi skenario pembelajaran yang penting untuk dipersiapkan, yang maksudnya untuk menolong membuat guru yang berkompeten dibidangnya masing-masing yang akan membantunya menjadi fasilitator yang handal dan berkualitas seperti yang diharapkan undang-undang perihal guru dan dosen pada ketika proses mengajar yang terjadi di kelas maupun di luar kelas.

Buku Kerja Guru

Buku kerja guru disediakan oleh guru sebagai bimbingan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya selaku seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Buku kerja ialah desain pembelajaran yang disusun secara terencana serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada dikala ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Adanya revisi terbaru kurikulum 2013, para guru mesti menyesuaikan dalam pembuatan dan penyusunan Buku Kerja Guru. Format, unsur dan sistematika tiap-tiap instrumen pada buku kerja tersebut mengalami sejumlah pergantian.

Instrumen yang mengalami pergeseran yang sangat signifikan yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP, Standar Kompetensi Lulusan atau SKL dan Silabus Pembelajaran.

Berdasarkan peraturan yang sudah ditetapkan, berikut ini adalah Contoh Format Buku Kerja Guru 4 Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/MI :

Buku Kerja Guru 4 Terdiri Atas :
  1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
  2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru
Untuk melengkapi perangkat pembelajaran dan administrasi guru melalui Buku Kerja Guru 4 Kurikulum 2013 Jenjang SD/MI >>> (doc) UNDUH (pdf) UNDUH

* buku kerja tersebut mampu anda ubah sesuai nama, dan alamat sekolah Anda

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Sunday, October 10, 2021

Acuan Format Analisis Ulangan Harian, Remedial Dan Pengayaan

October 10, 2021
 Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didi Contoh Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan
BlogPendidikan.net
- Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor ajar secara berkesinambungan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil mencar ilmu akseptor didik.

Ulangan harian ialah acara yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi akseptor bimbing sesudah menuntaskan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.

Pembelajaran Remedial

Pembelajaran remedial pada hakikatnya yaitu sumbangan dukungan bagi penerima latih yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pemberian pembelajaran remedial mencakup dua langkah pokok, yakni pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua menawarkan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.

Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial :
  1. Pemberian pembelajaran ulang dengan tata cara dan media yang berlawanan kalau jumlah penerima yang mengikuti remedial lebih dari 50%
  2. Pemberian tutorial secara khusus, misalnya tutorial perorangan jika jumlah penerima ajar yang mengikuti remedial maksimal 20%
  3. Pemberian peran-peran golongan jikalau jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%
  4. Pemanfaatan tutor sahabat sebaya.
Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang. Pembelajaran remedial dan tes ulang dikerjakan di luar jam tatap wajah.

Secara lazim pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau acara akseptor bimbing yang melampaui patokan sekurang-kurangnyayang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta bimbing mampu melakukannya.

Teknik yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta ajar dapat dikerjakan antara lain lewat: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.

Pembelajaran Pengayaana

Identifikasi kesanggupan mencar ilmu berdasarkan jenis serta tingkat keunggulan belajar akseptor didik misal berguru lebih singkat, menyimpan informasi lebih gampang, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mampu berdiri diatas kaki sendiri, superior dan berpikir abstrak, mempunyai banyak minat.

Identifikasi kemampuan berlebih peserta asuh mampu dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.

Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan :
  1. Belajar kelompok
  2. Belajar mandiri
  3. Pembelajaran berbasis tema
  4. Pemadatan kurikulum
Dengan penjelasan singkat diatas ihwal Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan bisa mengerti sedikit perihal tiga hal tersebut. Untuk Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan silahkan Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : (pdf) UNDUH (doc) UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate wacana guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Pola Format Evaluasi Sikap Pembelajaran Daring Covid-19

October 10, 2021
Contoh Format Penilaian Sikap Pembelajaran Daring Covid Contoh Format Penilaian Sikap Pembelajaran Daring Covid-19

BlogPendidikan.net
- Penilaian sikap bermaksud untuk mengenali capaian dan membina perilaku dan kecerdikan pekerti menjadi lebih baik. Penilaian selama proses pembelajaran jarak jauh bersifat penguatan, motivasi, apresiasi dalam bentuk deskripsi semoga siswa tetap yakin diri, dan termotivasi.

Penilaian sikap dijalankan secara rutin dan berkesinambungan setiap pertemuan. Guru, orang bau tanah, dan keluarga mesti memperhatikan siswa. Siswa yang mempunyai perilaku yang kurang baik dicatat untuk ditindaklanjuti, sementara siswa yang mempunyai sikap normal tidak perlu dicatat karena telah meraih perilaku yang bagus.

Berikut acuan seni manajemen dalam melaksanakan penilaian sikap pada pembelajaran jarak jauh/daring pada era kondisi khusus Pandemi Covid-19 :

1. Metode : 

Tatap Muka Virtual

2. Sebelum Pembelajaran :

Membuat grup WhatsApp (atau aplikasi komunikasi lainnya) selaku media interaksi dan komunikasi dengan orang tua/wali siswa dan atau siswa. Mendiskusikan dengan orang bau tanah/wali siswa dan atau siswa tentang :
  • Ketersediaan gawai /laptop/komputer dan terusan internet
  • Aplikasi media pembelajaran daring yang akan dipakai
  • Cara penggunaan aplikasi daring
  • Materi dan acara pembelajaran daring
  • Kontrak pembelajaran dan mekanisme pembelajaran daring
3. Saat kegiatan pembelajaran daring :

Membuat grup WhatsApp (atau aplikasi komunikasi yang lain) selaku media interaksi dan komunikasi dengan orang bau tanah/wali siswa dan atau siswa. Mengajak siswa berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, mengemukakan usulan, dan atau melakukan refleksi.

4. Sesudah Kegiatan Pembelajaran :

Memberikan umpan balik terhadap karya/ tugas siswa/lembar refleksi dari hasil pengalaman berguru secara virtual

5. Pelaksanaan Penilaian :

Menilai atau mengecek ketepatan kedatangan siswa untuk menawarkan menganggap sikap disiplin. Menanamkan nilai-nilai spiritual. Dapat menganggap keseriusan, fokus atau sebaliknya Memberikan umpan balik terhadap hasil karya/tugas siswa yaitu sebagai upaya melakukan asesmen as learning.

Untuk memudahkan Anda dalam proses penilaian perilaku siswa pada proses pembelajaran daring, dibawah ini terdapat pola evaluasi sikap dalam proses pembelajaran daring, yang juga melibatkan orang renta siswa dalam menganggap.

Contoh Format Penilaian Sikap Pembelajaran Daring Covid-19 : (doc) UNDUH (pdf) UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate wacana guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.


Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, October 9, 2021

Teladan Format Jurnal Mengajar Daring Dan Luring

October 09, 2021

Contoh Format Jurnal Mengajar Daring dan Luring Contoh Format Jurnal Mengajar Daring dan Luring

BlogPendidikan.net
- Guru dalam setiap kali memberikan pembelajaran kepada siswa, diharuskan dan wajib memiliki jurnal aktivitas mengajar, bukan cuma sebagai komplemen manajemen melainkan sebagai arah dalam proses pembelajaran yang dituangkan ke dalam proses pembelajaran.

Berikut BlogPendidikan.net sedikit menyebarkan kepada Bapak/Ibu guru wacana jurnal mengajar guru baik secara daring ataupun luring selama pandemi. Jurnal ini disiapkan oleh guru dan dilaporkan.

Buku Kerja Guru

Buku kerja guru dipersiapkan oleh guru selaku bimbingan guru dalam melakukan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Seorang fasilitator pastinya mesti melengkapi antisipasi mengajar yang baik dan teratur untuk anak didiknya sehingga tercipta proses pembelajaran yang tepat dengan tuntutan kurikulum 2013 dan mendapatkan hasil pembelajaran mirip yang ditargetkan pada kriteria kompetensi lulusan (SKL). 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terencana serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk meraih tujuan pembelajaran yang optimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Format jurnal yang ada pada postingan ini ialah sebagai referensi saja atau contoh saja buat Bapak/Ibu untuk menciptakan jurnal kegiatan mengajar yang dilakukan secara Daring dan Luring.

Berikut Contoh Format Jurnal Mengajar Daring dan Luring : 1. UNDUH 2. UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate wacana guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Labels

Labels

Labels

Copyright © Blog Pendidikan. All rights reserved. Template by CB Blogger